Penguatan Kepemimpinan dan Kesadaran Kolektif dalam Perlindungan Hak Pekerja Pemeliharaan Jalan
Kata Kunci:
Informal Workers, Normative Labor Rights, Generalist Social Work, Labor Union, Policy AdvocacyAbstrak
Pekerja sektor informal, khususnya pada bidang konstruksi dan pemeliharaan jalan, merupakan kelompok yang rentan terhadap ketidakpastian kerja dan tidak terpenuhinya hak hak normatif. Intervensi ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan pekerja harian lepas dalam perspektif pekerjaan sosial generalis serta mengimplementasikan intervensi pada level mikro, mezzo, dan makro. Studi dilakukan di bawah pendampingan Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) terhadap kelompok pekerja pemeliharaan jalan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Permasalahan yang ditemukan meliputi konflik peran dan tekanan psikososial pada ketua tim (mikro), rendahnya kesadaran kolektif terkait hak normatif dan serikat pekerja (mezzo), serta belum optimalnya implementasi kebijakan ketenagakerjaan terutama terkait jaminan sosial, kontrak kerja tertulis, dan pelatihan kerja (makro). Metode intervensi menggunakan pendekatan praktik pekerjaan sosial generalis melalui asesmen, perencanaan, pelaksanaan edukasi, Focus Group Discussion (FGD), serta advokasi kebijakan melalui policy brief dan audiensi. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peran kepemimpinan, tumbuhnya kesadaran kolektif mengenai hak normatif pekerja, serta inisiasi komunikasi advokatif dengan pihak terkait. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multi-level dalam praktik pekerjaan sosial untuk memperkuat kapasitas individu, kelompok, dan sistem dalam mewujudkan perlindungan serta kesejahteraan pekerja.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 INTERVA: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Praktik Pekerjaan Sosial

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.


