Penguatan Keberfungsian dan Akses Sertifikasi Kompetensi Kerja Pekerja Konstruksi Informal melalui Strategi Pemberdayaan dan Advokasi
Keywords:
Informal Construction Workers, Competency Certification, Generalist Social Work, Empowerment, Social AdvocacyAbstract
Sektor konstruksi berperan penting dalam perekonomian nasional dengan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, termasuk pekerja konstruksi informal yang rentan terhadap ketidakpastian kerja dan rendahnya pengakuan kompetensi profesional. Minimnya kepemilikan Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) menyebabkan lemahnya posisi tawar, ketidakstabilan pendapatan, serta terbatasnya akses terhadap pekerjaan yang berkelanjutan. Intervensi ini bertujuan mendeskripsikan intervensi pekerjaan sosial dengan pendekatan generalis untuk meningkatkan pemahaman dan akses pekerja konstruksi informal terhadap sertifikasi kompetensi kerja. Intervensi dilaksanakan pada level mikro, mezzo, dan makro melalui tahapan engagement, assessment, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan terminasi.Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan motivasi klien untuk mengikuti sertifikasi, tumbuhnya kesadaran kolektif dalam kelompok pekerja mengenai pentingnya SKK, serta tersusunnya policy brief sebagai bentuk advokasi kepada pemangku kebijakan. Meskipun advokasi kebijakan masih pada tahap awal, pendekatan generalis terbukti efektif dalam memperkuat keberfungsian sosial pekerja konstruksi informal melalui strategi pemberdayaan, penguatan kelompok, dan advokasi struktural.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 INTERVA: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Praktik Pekerjaan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


