Penguatan Perlindungan Sosial Pekerja Konstruksi Informal melalui Intervensi Multilevel di Gunungkidul
Keywords:
Informal Construction Workers, Social Protection, Generalist Social Work, Policy Advocacy, EmpowermentAbstract
Tingginya jumlah pekerja konstruksi informal di Indonesia menunjukkan masih besarnya kesenjangan perlindungan sosial dan keselamatan kerja, khususnya pada tingkat lokal. Intervensi ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan intervensi praktik pekerjaan sosial generalis dalam memperkuat perlindungan pekerja konstruksi informal di Dusun Teguhan, Kalurahan Wunung, Kabupaten Gunungkidul, melalui kolaborasi dengan Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) dan Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI). Pendekatan yang digunakan adalah praktik pekerjaan sosial berbasis teori Sistem Ekologi Bronfenbrenner dengan intervensi pada level mikro, mezzo, dan makro. level mikro, intervensi dilakukan melalui konseling dan edukasi terkait jaminan sosial ketenagakerjaan serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada pemborong konstruksi informal. Pada level mezzo, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi untuk membangun kesadaran kolektif serta solidaritas pekerja. Pada level makro, dilakukan advokasi kebijakan melalui audiensi dan penyusunan policy brief kepada pemangku kepentingan daerah. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran individu mengenai perlindungan sosial, tumbuhnya pemahaman kolektif pekerja terhadap hak-hak ketenagakerjaan, serta terbukanya ruang dialog antara serikat pekerja dan pemerintah lokal. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan intervensi berlapis dalam praktik pekerjaan sosial efektif dalam mendorong penguatan sistem perlindungan sosial bagi pekerja konstruksi informal secara lebih inklusif dan berkelanjutan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 INTERVA: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Praktik Pekerjaan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


